Pilihan Keputusan

Rubah dan Singa



Ada seorang pria yang selalu berdoa agar diberikan petunjuk mengenai cara meraih sukses dalam hidup. Suatu malam, ia bermimpi sedang berjalan menuju ke dalam hutan untuk memperoleh pencerahan. Keesokan harinya, karena ingin menyelidiki maksud dari mimpinya itu, ia berjalan memasuki hutan dan berkeliling selama berjam-jam.

Ketika sedang beristirahat, ia melihat seekor rubah yang tidak memiliki kaki sedang berbaring di antara dua batu di sebuah tempat yang nyaman. Pria itu bertanya-tanya bagaimana rubah buntung itu bisa bertahan hidup. Ia pun menunggu sampai matahari terbenam. Saat itu ia melihat seekor singa datang dan memberikan daging di depan rubah itu.

“Ah, aku mengerti,” pikir pria itu. “Rahasia sukses dalam hidup adalah percaya kepada Tuhan dan Tuhan akan memberikan apa saja yang aku butuhkan. Aku tidak perlu berusaha. Yang perlu aku lakukan adalah pasrah sepenuhnya pada Tuhan”

Dua minggu kemudian, dalam keadaan lemah dan kelaparan, pria tadi mendapat mimpi lain. Kali ini, ia mendengar sebuah suara yang berkata, “Manusia bodoh, jadilah singa, bukan rubah!”

-oo0oo-


Pemahaman bahwa Tuhan selalu memelihara hidup kita sering diterima dengan cara yang salah. Tuhan menghendaki kita untuk berkarya, bukan sekedar ongkang-ongkang kaki dan berharap rejeki akan datang dengan sendirinya. Tuhan memang memberi makan pada burung-burung, tetapi bukan dengan melemparkannya langsung ke dalam sarang. Orang-orang etnis Tionghoa bahkan lebih keras dalam menyikapi hidup. Tidak ada sesuatu yang gratis, kata mereka. Jika ingin makan, orang harus bekerja. Sikap seperti itulah yang harusnya dipupuk sejak dini. Menjadi sukses adalah pilihan. Kita masih melihat banyak orang yang memilih menjadi pemalas, dengan duduk di tepi jalan dan menengadahkan tangan. Sikap itu bukan saja buruk, tetapi juga tidak mensyukuri hidup.



Tuhan memberkati kita semua.

Read Users' Comments (0)

0 Response to "Pilihan Keputusan"

Posting Komentar