Arti Sebuah Pengorbanan
Ada sebuah cerita yang saya ambil dari sebuah buku renungan. Cerita ini menggambarkan kebiasaan kita dalam menyelesaikan suatu permasalahan. Cerita ini akan mengajarkan kita bagaimana seharusnya kita tetap harus menghargai jasa orang lain yang telah membantu kita selama ini dalam menyelesaikan suatu persoalan... mari kita simak...

Sebagai doa pertama, mereka memohon makanan. Esok harinya, lelaki pertama merlihat sebuah pohon yang penuh dengan buah-buahan tumbuh di sisi tempat tinggalnya. Sementara di daerah tempat tinggal lelaki yang lainnya tetap saja kosong.
Seminggu kemudian, lelaki pertama merasa kesepian dan memutuskan untuk berdoa agar diberi seorang istri. Keesokan harinya, ada kapal karam dan satu-satunya penumpang yang selamat adalah seorang wanita yang kini terdampar di sisi pulau tempat lelaki pertama tinggal. Sementara itu, tetap saja tidak terjadi apapun di sisi tempat tinggal lelaki kedua.
Segera setelah itu, lelaki pertama berdoa memohon rumah, pakaian, dan makanan. Keesokan harinya, seperti sebuah keajaiban, semua yang diminta tersedia untuknya. Sementara lelaki yang kedua tetap saja tidak mendapatkan apa-apa. Akhirnya, lelaki pertama berdoa meminta kapal agar ia dan istrinya dapat meninggalkan pulau itu. Pada pagi berikutnya mereka menemukan kapal tertambat di sisi pantainya. Segera saja lelaki pertama dan istrinya naik ke atas kapal dan bersiap-siap untuk berlayar meninggalkan pulau itu. Ia memutuskan untuk meninggalkan lelaki kedua yang tinggal di sisi lain dari pulau itu. Menurutnya, lelaki kedua itu tidak pantas menerima berkat karena doa-doanya tak pernah dikabulkan.
Begitu kapal siap berangkat, lelaki pertama mendengar suara dari langit, “Hai, mengapa engkau meninggalkan rekanmu yang ada di sisi lain pulau ini?”
“Berkatku hanyalah milikku sendiri karena hanya doakulah yang dikabulkan”, jawab lelaki pertama. “Doa temanku itu tak satu pun dikabulkan, ia tak pantas mendapatkan apa-apa.”
“Kau salah!” suara itu membahana. “Tahukah kau bahwa rekanmu itu hanya memiliki satu doa, dan doanya pun terkabulkan. Jika tidak, maka kau takkan mendapatkan apa-apa.”
Lelaki pertama itu bertanya, “Doa macam apa yang dipanjatkan sehingga aku harus berhutang atas semua ini kepadanya?”
“Ia berdoa agar semua doamu dikabulkan.”
Kesombongan seperti apa yang membuat kita merasa lebih baik dari yang lain? Banyak orang yang telah mengorbankan segala sesuatu demi keberhasilan kita. Kita tidak pernah bisa sukses tanpa campur tangan orang lain. Sekecil apapun itu. Ketika berhasil meraih prestasi kerja yang gemilang, apakah kita yakin itu adalah hasil kerja keras kita saja, tanpa bantuan orang lain? Tak selayaknya kita mengabaikan peran orang lain, dan janganlah menilai sesuatu hanya dari “yang terlihat” saja.

0 Response to "Arti Sebuah Pengorbanan"
Posting Komentar